Menjadi Peneliti Sosial-Humaniora

Tulisan ini dimuat dalam selasar.com

Bidang riset humaniora menjanjikan hidup menarik bagi mereka yang mencari dan menemukannya. Hal ini bukanlah tanpa sebab karena tema-tema yang diajukan begitu beragam dan memerlukan beragam disiplin ilmu. Akan aneh jika seorang peneliti humaniora mengagungkan keilmuannya, terlebih mengangap ilmunya lebih superioritas dibandingkan ilmu yang lain.

Menariknya, perjalanan di bidang ini tidak menjanjikan kenyamanan dan ada pola yang keluar dari comfort zone. Boleh jadi, titel yang dimiliki adalah peneliti senior, namun di balik itu, perjuangan bertahun-tahun menerbitkan publikasi bertaraf internasional memakan waktu dan tenaga. Oleh karena itu, artikel ini ingin membahas sedikit mengenai penelitian humaniora, terutama dari sisi pekerjaannya.

Jenis yang ditawarkan dalam pekerjaan ini beragam, mulai dari sektor privat hingga publik. Anggapan publik kadang masih salah terhadap para peneliti. Peneliti dianggap sebagai pekerjaan yang membosankan dan statis.

Padahal, zaman sudah berubah. Perusahaan swasta mulai menempatkan data analytics sebagai bagian penting perusahaan. Sementara itu, public policy specialist semakin dicari dari mereka yang berlatarbelakang penelitian.

Bukan tanpa sebab peneliti mulai dicari. Keterampilan untuk berpikir kritis dan sistematis semakin diperlukan untuk memecahkan masalah riil. Apalagi, masalah riil yang ada dalam perusahaan dan negara semakin kompleks. Oleh karena itu, berpikir linear akan dianggap ketinggalan zaman. Permasalahan yang muncul adalah apakah mahasiswa dididik untuk memiliki sikap kritis dan sistematis dalam perkuliahannya?

Harus diakui bahwa budaya untuk mencari informasi semakin hilang. Para mahasiswa dididik hanya mendengarkan satu sisi penjelasan dari dosen. Walaupun ada juga dosen yang mengajak mahasiswa untuk mencari informasi, namun para mahasiswa kadang enggan untuk mencari dan menemukan informasi yang lain. Padahal, kekritisan dan keskeptisan adalah akar dari penelitian karena tanpa itu, penelitian akan menjadi kering dan kurang berguna bagi orang lain.

Penelitian membutuhkan proses belajar dan prosesnya berlangsung kontinu. Bukan sekadar teori, penelitian harus dipraktikkan sejak dini. Memang, keraguan akan karier yang jelas ada di sebagian orang muncul karena anggapan orang lain.

Langkah awal yang diperlukan adalah mencari pengalaman magang dan mengikuti proses penelitian dari tahapan awal (surveyorenumerator-sampai analis). Singkatnya, mulai dari sekarang dan mengikuti prosesnya perlahan namun pasti.

Alexander Michael

View more posts from this author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *