Ekonomi Pancasila dan Masa Depannya

“Orang Indonesia hidup dalam tolong menolong!” Kutipan yang diambil dari Risalah BPUPKI ini menjadi ciri khas dari perekonomian Indonesia. Setelah menjadi negara merdeka, perdebatan lewat tulisan bagaimana mekanisme produksi, distribusi, dan konsumsi nasional selalu menjadi topik yang seru. Mulai dari tulisan Soemitro sampai dengan tulisan Ali Sastromidjojo, membahas tatanan praktis dari Pancasila terutama perekonomian. Pertanyaannya, ditengah arus jaman seperti ini, apakah pancasila masih relevan dengan kehidupan bangsa Indonesia?

Indonesia merupakan negara dengan bentang alam dan budaya yang luas, membuatnya memiliki potensi untuk dikembangkan. Mulai dari Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), dan kewirausahaan. Selain itu, keragaman tersebut didukung oleh rasa kekeluargaan. Indonesia yang merdeka dahulu, merupakan negara yang didirikan atas kekeluargaan, perekonomian diduking sebagai usaha bersama. Salah satunya adalah program Ali Baba yang waktu itu digulirkan untuk membantu sumber daya ekonomi yang masih kurang. Kolektivisme tersebut yang menurut Hatta membedakan Indonesia dari bangsa lain di dunia.

Masalah lain yang masih ada adalah dasar koperasi. Banyak orang merasa pesimis terhadap usaha koperasi dalam menjalankan perekonomian. Bung Hatta melihat koperasi sebagai model perekonomian dijalankan atas usaha bersama. Tetapi banyak orang keliru. Menurut Hatta tidak semua model harus merupakan koperasi (Risalah Pemikiran Ekonomi Indonesia hal. 37). Salah satunya mengenai Industri kecil yang baru berkembang. Industri tersebut harus dibina untuk memiliki modal, pekerja yang cukup sehingga dengan modal dan pekerja dapat berekspansi dan mendukung perekonomian nasional.

Ternyata dari dahulu sampai sekarang masalah ini belum kunjung usai. Industri Mikro di Indonesia menurut data BPS pada tahun 2014 mencapai 3,2 juta industri naik dari 2,8 juta industri. Dengan industri mikro yang banyak serapan kredit untuk UMKM belum juga menunjukan peningkatan performa. Lembaga keuangan Bank lebih mengutamakan industri besar dan skala menengah lainnya untuk mendapatkan kredit.

Masalah kedua adalah mewujudkan negara kesejahteraan. Pancasila menjadi dasar didalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain peran negara yang hadir untuk memberi jaminan sosial, peran swasta juga harus digunakan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan. Salah satu caranya adalah dengan menghormati hak milik setiap orang baik individu, maupun hak milik negara di dalam pengelolalaan ekonomi.

Cara lain agar pancasila mewadahi ekonomi yaitu dengan pemerintah, rakyat, industri bersinergi dalam rangka meningkatkan produktivitas masing-masing. Kekuatan daya saing, kecepatan, dan kesatuan koordinasi mutlak dimiliki dalam setiap kebijakan yang dibuat. Dengan meningkatkan produktivitas ada daya kreativitas untuk mengembangkan perekonomian lebih bermartabat, ekonomi pancasila yang memanusiakan manusia.

Alexander Michael

View more posts from this author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *